1. Assesmen Portofolio dalam Pembelajaran Matematika
a) Pengertian Assesmen
Assesmen dapat
diartikan sebagai proses pengumpulan informasi yang dilakukan secara
sistematis, untuk mengungkapkan kemajuan siswa secara individu untuk menentukan
pencapaian hasil belajar dalam rangka pencapaian kurikulum.
b) Pengertian Portofolio
Portofolio adalah
suatu pendokumentasian segala bentuk karya anak didik selama dalam proses
pendidikan, karena memiliki fungsi sebagai salah satu cara untuk menilai apa
yang dipelajari siswa dan turut mendasari penggunaan metode pengajaran yang
tepat.
Sedangkan portofolio
matematika merupakan koleksi pekerjaan-pekerjaan matematika siswa. Portofolio
matematika menampilkan pekerjaan siswa yang terbaik atau karya siswa yang
paling berarti sebagai hasil kegiatan matematikanya. Portofolio dapat
menampilkan pekerjaan terdahulu dan pekerjaan terbaru sehingga mengilustrasikan
kemajuan belajar siswa.
c) Menumbuhkan Budaya Portofolio
Membuat portofolio
sebagai suatu bagian integral dari pengajaran sehari-hari, tetap suatu
tantangan bagi guru-guru matematika yang ingin menerapkannya di sekolah.
Asturias (Siti Maesuri : 2002) memberikan saran-saran yang dapat
dipertimbangkan dalam upaya menciptakan budaya portofolio. Saran yang dimaksud
adalah sebagai berikut :
1. Buat siswa-siswa bertanggung jawab dalam menjaga kekinian portofolio dan
mengorganisir serta mengisi portofolio dengan pekerjaan yang mereka pandang
paling representatif.
2. Gunakan portofolio secara terus-menerus, bukan hanya dilaksanakan pada
akhir periode atau pada waktu-waktu khusus.
3. Pandang portofolio sebagai bagian dari proses pembelajaran lebih dari
sebagai alat pemberi skor nilai, sebagai cara merangsang dan meningkatkan
pembelajaran siswa. Portofolio memungkinkan siswa memasukkan pekerjaan pada
suatu topik tertentu yang dirasakan menarik atau bagian dari pekerjaan yang
secara luas dapat mereka kembangkan dimasa-masa yang akan datang.
4. Susun tujuan penggunaan portofolio secara bersama-sama. Siswa-siswa
seharusnya secara jelas memahami kapan mereka menyusun portofolio untuk
refleksi sendiri pembelajarannya, untuk seminar atau pertemuan orang tua murid
dan guru, atau sebagai suatu pameran istimewa bagi penilai eksternal.
5. Siswa-siswa seharusnya kenal dengan rubrik-rubrik yang digunakan untuk
menilai pekerjaan mereka, dan bagaimana skor yang mereka dapatkan dalam
mempengaruhi evaluasi secara keseluruhan.
6. Ciptakan kesempatan ganda untuk umpan balik isi portofolio antara siswa dengan
siswa, antara guru dan siswa, dan lain-lain. Selama periode pertemuan ini siswa
dapat mendiskusikan dengan yang lainnya tentang nilai dari perbedaan bagian
pekerjaan yang ingin mereka tempatkan dalam portofolio. Contoh lainnya
menjadwalkan pertemuan untuk mendiskusikan penggunaan portofolio dengan siswa
mereka.
Selain saran yang
diberikan oleh Asturias, saran juga diberikan oleh Popham (Siti Maesuri : 2002) yang memberikan beberapa pedoman dalam melaksanakan
pengajaran yang menggunakan portofolio. Pedoman tersebut adalah sebagai berikut
:
1. Pastikan bahwa setiap siswa memiliki portofolio sendiri.
2. Tetapkan sampel pekerjaaan apa yang akan dikumpulkan.
3. Mengumpulkan dan menyimpan sampel-sampel pekerjaan.
4. Memilih kriteria untuk mengevaluasi sampel kerja portofolio.
5. Mengharuskan siswa mengevaluasi portofolio secara terus-menerus.
6. Menjadwalkan dan melaksanakan pertemuan portofolio.
7. Melibatkan para orang tua dalam proses penilaian portofolio.
d) Alasan Penggunaan Portofolio Matematika
Pada dasarnya
portofolio akan mendokumentasikan pekerjaan-pekerjaan siswa terhadap koleksi
atau dokumen pekerjaan siswa, dalam Handbook of Assesmen (Trianto : 2009) dikemukakan tujuan penggunaan portofolio:
1. Memberikan bukti tentang penggunaan konsep dan pemahaman masalah dalam
berbagai situasi,
2. Menunjukkan perkembangan matematika siswa dalam periode tertentu,
3. Melibatkan siswa dalam pendekatan “draft dan revisi” untuk mengerjakan matematika dan
memodelkan bagaimana pekerjaan matematika sering dikerjakan di luar sekolah,
4. Memberikan kesempatan bagi siswa dalam menyajikan usaha mereka,
5. Memberi tanggung jawab kepada siswa untuk mengatur pembelajaran mereka
sendiri,
6. Menyediakan gambaran kepandaian/prestasi bagi para pendidik, orang tua
siswa dan siswa itu sendiri.
e) Isi Portofolio
Sistematika isi
portofolio sebagaimana disarankan oleh Johnson (2002) bahwa portofolio
seharusnya memuat hal sebagai berikut:
1. Halaman judul yang menggambarkan sifat dan kerja siswa atau kelompok siswa.
2. Daftar isi yang memuat judul setiap pekerjaan siswa dan nomor halamannya.
3. Rasional yang menjelaskan tentang contoh-contoh pekerjaan apa yang dimuat,
mengapa itu perlu disajikan, dan lain-lain.
4. Contoh-contoh pekerjaan siswa.
5. Penilaian diri yang ditulis oleh siswa atau anggota kelompok.
6. Tujuan mendatang berdasarkan prestasi, minat, dan kemajuan siswa atau
kelompok siswa saat ini.
7. Komentar lain dan penilaian dari guru, kelompok pembelajaran kooperatif,
dan bagian menarik lainnya.
f) Cara Menggunakan Portofolio
Portofolio siswa
merepresentasikan kualitas pembelajaran siswa. Meskipun guru memberi kuis, tes,
pekerjaan rumah, tugas-tugas dan proyek portofolio dapat menyajikan secara
keseluruhan, pandangan yang lebih menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari
dan diselesaikan oleh siswa. Aspek-aspek penting dari peran guru dalam
menggunakan portofolio terjadi pada (a) sebelum pengajaran atau pemberian nilai
dimulai, (b) selama pengajaran dan pemberian nilai berlangsung, dan (c) setelah
pengajaran atau pemberian nilai.
Langkah pertama adalah
persiapan untuk menggunakan portofolio. Pedoman untuk ini diberikan berikut :
1. Putuskan jenis portofolio apa yang akan digunakan. Apakah secara individu
atau kelompok.
2. Identifikasi tujuan dari portofolio.
3. Pilihlah kategori-kategori pekerjaan apa yang akan dimasukkan dalam
portofolio.
4. Mintahlah siswa memilih hal-hal yang akan dimasukkan dalam portofolio.
5. Putuskan bagaimana portofolio tersebut dinilai dan dievaluasi.
Langkah kedua adalah
mengatur portofolio selama satu semester. Portofolio diatur dengan cara berikut
:
1. Proses portofolio. Guru menjelaskan kepada siswa kategori contoh pekerjaan
siswa yang akan dimasukkan ke dalam portofolio.
2. Rubrik. Guru mengembangkan rubrik penilaian untuk menilai dan mengevaluasi
pekerjaan siswa.
3. Tugas-tugas. Siswa menyelesaikan tugas-tugas mengetahui bahwa beberapa atau
semua dari mereka akan dimasukkan ke portofolio final. Semua tugas-tugas
mungkin dapat ditempatkan di portofolio.
4. Penilaian diri. Siswa merefleksi dan menilai dirinya sendiri tentang
kualitas dan kuantitas pekerjaannya dan kemajuannya dalam mencapai tujuan
pembelajaran.
Langkah ketiga, adalah
mengatur proses portofolio pada akhir dari pemberian nilai. Portofolio harus
lengkap, pemilihan terhadap portofolio harus dibuat dan diorganisir dalam suatu
representasi atau kerja kelompok.
5. Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Portofolio
Kelebihan menggunakan
portofolio antara lain:
1) Siswa dapat menggambarkan pembelajaran mereka sendiri dan cara-cara untuk
memperbaikinya.
2) Siswa dapat terlibat bekerja pada tingkat kompleksitas yang berbeda
mendukung bekerja komplit di dalam maupun di luar kelas.
3) Memberi lebih banyak informasi tentang apa dan bagaimana siswa belajar
dibandingkan siswa lainnya.
4) Menjadi media bagi siswa, guru, orang tua, dan penilai eksternal untuk
mengkomunikasikan dan menyampaikan harapan-harapannya tentang pembelajaran
siswa.
5) Memberikan gambaran yang akurat dari program matematika yang diikuti oleh
siswa. Dalam hal ini membantu guru dan penilai eksternal membuat keputusan
kritis tentang efektifitas program.
6) Dapat digunakan untuk mendokumentasikan prestasi siswa.
7) Mendemonstrasikan kemampuan siswa menerapkan pengetahuan pemecahan masalah,
kemampuan menggunakan bahasa matematika, mengkomunikasikan ide, kemampuan
memberi alasan atau pun menganalisis.
8) Dapat meningkatkan kemampuan evaluasi diri siswa.
9) Berguna bagi guru dalam mengidentifikasikan letak kelemahan dan kelebihan
siswa untuk memberi nilai dialogis yang berarti bagi guru.
10) Umpan balik yang diberikan siswa akan membangun pemahaman siswa.
11) Guru dapat mendeteksi variabel afektif siswa antara kejujuran, ketekunan,
sikap positif terhadap matematika dan lain-lain.
Sedangkan kekurangan pengajaran dengan
menggunakan portofolio, (1) kebijaksanaan pihak sekolah yang telah menetapkan
model assesmen lain dalam proses evaluasi pembelajaran; (2) membutuhkan waktu
yang relatif lama; (3) banyaknya siswa dalam kelas yang
relatif besar. (4) respon siswa sulit dinilai, khususnya jika respon setiap
siswa berbeda
yesss
BalasHapusmakyuussss.....
BalasHapussiiip
BalasHapusbaguuusss
BalasHapus